Kamis, 15 Juni 2017

Nanana (Nikmati saat Bersamanya) chapter 5




Jam istirahat...
"Hahahahahahaaaa"
Gelak tawa pecah dalam kelas, semua menertawakan satu orang bersama sma, Rinto, karena telah terjadi hal yang ckup memalukan tadi pagi, sebelum pelajaran dimulai.
" makanya, apa2 tu dilihat dlu, pastikan dulu, itu bneran setan apa bukan, orang pake make up aja ditakutin, hahahaha" celetuk salah satu anak.
"Ini lagi ketawa breng, ngetawain apa sih" tanya seorang murid dari kelas XI yang sedang lewat depan kelas XIIA.
" itu, ada yang ngompol tadi pagi, gara2 ngeliat setan" jawab salah seorang murid.
" setan ?"
"Iya, setan,  cuma itu setan bohongan, kan anak ekskul drama sedang ada pentas, nah ada yang dapat peran jadi setan, udah makeup penuh, gak sengaja waktu lewat lorong pintu utama, Rinto baru masuk, jadi pas banget, hahaaa"
",hahaaaaaaaa, pantesan pada ketaw semua"
"Parah sih, orang sampe keringat dingin, teriak2 juga"
" hehee, ya udah mas, permisi, trima kasih udah dikasih tahu"
" iya, sama2"
Murid itu pun pergi meninggalkan kelas yang masih diisi tawa penghuninya, Rinto hanya diam, menutup mukanya, tertunduk malu, dia masih merasa heran, kenapa dia bisa sampai kencing di celana hanya karena melihat hal semacam itu, beruntung, pak Yono punya celana lebih untuk dipinjamkan pada Rinto yang basah oleh air kencingnya sendiri, meski agak terlalu besar, tapi cukup untuk menutup betis serta rasa malunya.
" Ndra, ngomong, belain temenmu ini," Rinto menegur Hendra yang sedari tadi tak banyak ekspresi, disaat yng lain sbuk tertawa.
" untuk apa, memangnya nyatanya seperti itu kan, sudahlah, terima saja, paling2 juga cuma hari ini, betah2 in aja dulu" ledek Hendra.
" yahhh, malah ngeledek, bukanya dibntuin malah diledekin"
"Ya udah, aku ngmg ke anak2, * berdiri *  temen2...." Hendra berteriak, semua anak melihatnya,
" kalian tak seharusnya menertawakan Rinto, dia kan tmn kita, kalian juga pasti pernah ngompol kan" . Hendra mengatakanya dg ckup lantang, yang lain dg khidmat mendengarkan, Rinto terharu dlam hati,  sdikit bhagia karna msh ada yg peduli padanya.
" lihatlah Rinto, dia hanya korban keadaan, tapi yang pasti.." Hendra berhenti sejenak, lalu teriak..
" besok2 harus  ada yang bawa popok ke sekolah" Hendra akhirnya tertawa, diikuti seluruh penghuni kelas. Siswa- siswa yang melewati kelas XIIA hanya bisa terheran, tak biasannya kelas XIIA seramai ini, namun ada satu anak yang berhenti, melihat dari jendela kelas, tersenyum, ditengah keramaian tawa tak ada yang menyadari, kecuali satu orang, Rinto, dia seorang yang melihatnya, sosok itu, ya, sosok yg kmarin Rinto lihat kembali muncul, yang lain tak menyadari, Rinto menahan takut, keringat kembali keluar, Rinto hanya menunduk, takut,
" haduuuuuuuuh".
Rinto menggigil, air hangat keluar lagi dari selangkangannya, dia ngompol lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar