Sabtu, 15 April 2017

Nanana (Nikmati saat Bersamanya) chapter 2

             Novi masih belum percaya sepenuhnya atas apa yg telah terjadi, sesuatu yg tak disangka, hal yg tak sengaja dia ketahui namun terasa langsung menghujam, dalam, mash tertancap hingga sekarang. Novi sebenarnya tahu, kalau Hendra tak akan tega melakukan hal tersebut, dia kenal betul suaminya ini.
( Kembali ke 4 tahun yg lalu)....
"Ndraa, tunggu...!!" Novi berteriak sambil masih menali sepatunya.
"Cepetaaan, kau tak mau disuruh hormat matahari lagi kan." tukas Hendra agak ketus.
"Iyaa aku tahu, aku kesiangan makanya belum beres semua" kata  Novi sambil membenarkan buku- buku yg masih semrawut didalam tas.
"Kau mngerjakan itu lagi ?"
"Iya, memangnya kenapa, ini cuma iseng kok, seandainya bisa diterima sama penerbit yaa syukur deh.."
"Yaaa, memang tak ada yg lebih menyenangkan dari mendapat bayaran dari hobi yang kita suka" jelas Hendra sembari mengangkat alisny.
"Ini bukan hobi, mana ada hobi mengumpulkan halaman koran yang slah ketik, ini hanya karena seminggu yang  lalu ada kolom yang menjelaskan kalau editornya sdg  bermasalah, jadi bnyak yg dikerjakan asal2 an dan akhirnya bnyak yg kacau, mereka tak mau koran2 ini semakin tersebar luas dan akhirnya menjadi aib bagi penerbit tersebut, mkanya semua org diminta untuk mengumpulkan koran2 itu untuk dikembalikan kesana" Novi menjelaskan panjang lebar tanpa peduli Hendra berjalan semakin cepat sambil menutup kupingnya. Lalu Novi sdkit berlari dan berteriak di telinga....
"Hendra........!!"
"Aaaaaaa, dasar kanyun, kenceng amat sih"
" habisnya orang ada yang jelasin malah ditinggal"
" udah puluhan kali aku dengernya."
" yaaa.. kan memang seperti itu Ndra, kau sendiri yang tanya."
" tapi aku tak minta kau menjelaskannya lagi."
"Agar kau ingat saja, kalau aku sedang melakukan sesuatu"
"Aku hanya butuh sekali penjelasan untuk mengingatnya, kau ingat kan siapa aku.."
" kamus kelas" ,Novi memotong kata2 Hendra.
"Dasar kanyun, muka manyun, orang belum selesai ngomg tuh jangan dipotong"
" biarin, kamu juga gitu kok" .Hendra hanya kembalj berjalan lebih cepat tanpa peduli kata2 Novi.
"Hey.....Ndra, pelan dong, kalo jalan sma cewek tuh jangan cepat2."
"Kau tahu dia tak akan mentolelir semenit saja kan"
"Tapi pelan sedikit bisa kan ?" manyun..
Hendra tak menjawab, namun bukan berarti tak mngrti, perlahan tanpa Novi sadari Ia memperlambat jalannya, mencoba mensejajarkan dirinya dengan Novi,agar teman wanitanya satu ini tak memanyunkan bibirnya, karena Hendra tahu, senyum Novi, Indah.