Kamis, 15 Juni 2017

Nanana (Nikmati saat Bersamanya) chapter 4

Rinto terbangun, dengan malas dia mencoba berdiri, meregangkan badannya dengan menarik tangan nya keatas,
"Ee, lumayan capek juga tidur seharian" ujar Rinto lalu sambil mengemasi barangnya.
"eh tumben pak Yono gak dtang , apa aku yang kurang sore tidurnya" tas siap ditaruh dipundak, tiba-tiba..
Ctaak...
Sapu kelas terjatuh, disampingnya ada pengki dan tempat sampah, namun tak bergeming, Rinto menoleh, memperhatikan sekitar, ingin tahu apa yang membuat sapu itu terjatuh begitu saja, sambil membenarkan tas di pundaknya,di berjalan ke belakang kelas, mengambil sapu itu dan mengembalikan ke tempat semula,
Takk, takk, takk...
Namun diluar tiba2 terdengar suara benda yang dipukulkan ke kaca jendela, segera Rinto menoleh ke arah jendela, namun tak ada apa2,
"Glekkk...." Rinto menelan ludah,
"Ehh, gak ada apa2 ternyata ,hehe hehe hehe," dia tertawa sendiri untuk menutupi rasa takutnya,
"Pulang ahh, terus langsung mandi dan tidur lagii, yeeeey" dia makin bicara tak jelas sambil beranjak pergi menuju pintu kelas, lalu,
Glodakkkkkk,........
Kursi terjatuh dengan sendirinya.....
"Weddooooosss" Rinto teriak, lalu lari sekencang-kencangnya,
"Ini malem jumat, aku baru ingat, harusnya aku tak sesore ini"  dengan ngos2 an Ia terus berlari, melewati lorong, lalu menuruni tangga, dan keluar dari gedung dengan keadaan keringat dingin karena takut, Rinto masih ngos2an, sambil memegangi lutut, mencoba mengatur nafas,
"Hahh, hahh, hahh, huuhh, akhirnya, udah diluar, yess" Rinto sdikit merasa lega,  lalu dari belakang..
"Kenapa mas" Pak Yono datng tiba2.
"Aaaaaa,ehhh pak Yono, gak papa kok pak, cuma latihan lari aja"
Rinto sedikit terkejut dengan kehadiran pak Yono.
" biasany nunggu bapak bangunkan dulu, kok tumben bisa bangun sendiri"
" iya pak sekali2 bangun sendiri, biar gK ngerepotin, yasudah pak, saya langsung pulang aja, mari" ujar Rinto sambil langsung berlalu pergi, di gerbang depan, dia berhenti sejenak, melihat pak Yono yang masuk kedlam gedung hendak mengunci ruangan, lalu pandanganny sedikit ditarik keatas, mengamati kaca jendela ruangan yang berjajar, termasuk kelasnya, dan tanpa diduga Rinto melihat sesuatu yang agak janggal, jendela kelazny ada yang terbuka, dia sedikit heran, karena seingatnya semua jendela sudah terkunci, lalu matanya sedikit dipicingkan, melihat sesosok perempuan perlahan mendekati jendela, belum begitu jelas, karena yang terlihat hanya tubuh bagian kiri saja, yang terlihat hanya rambut panjang terurai dengan baju putih, diamati lebih tajam, lalu Rinto tersentak ketika sosok itu telah sampai pada jendela yang terbuka, terlihat lengan kanannya berlumur cairan berwarna merah, mungkin darah,sangat bebeda dengan lengan kirinya yang bersih, ditambah lagi terlihat seperti sebuah lubang berada di dada sebelah kiri, terlihat pula cairan yang berwarna sma seperti yg ad di lenganya, keluar merembes dr lubang tersebut, wajahnya juga tak jauh berbeda, cairan berwarna merah itu juga mengalir dari kedua matanya, merembes turun ke pelipis, Rinto coba mengernyitkan dahi, ingin memastikan apa yang dilihatnya itu sebenrny siapa,
"Hati2 pulangnya mas" pak Yono berteriak dari ruangan sebelah, sambil menutup sebuah jendela yang masih terbuka.
" ohh, iya pak" teriak Rinto menjawab pak Yono, lalu pandangnya kembali pada ruangan kelasnya, hilang, sosok itu telah lenyap.
"Heemmmb" Rinto menarik nafas, pandanganya lalu dialihkan kejalan,
"Nananana, aku tak lihat apa2...." Rinto bersenandung tak jelas, untuk menutupi kebingungannya yang cenderung sperti rasa takut,
Guk guk guk guk..
"Anjiiiiiiiiiiiiingggggg" Rinto brteriak berlari sejadi2 nya, dia kaget mendengar gonggongan yang tiba2 ada itu. Rinto tak tahu, itu hanya suara anjing yang diajak jlan2 oleh pemiliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar